Wednesday, 19 September 2012

Eternal Love

Sebelum anda mulai membaca, coba liat lihat dan resapi gambarnya,  sepasang kakek dan nenek yang tersenyum bahagia di hari tuanya. Menurut saya inilah saat ter-romantis dalam hidup sepasang manusia .

Kakek ini seumur hidup ia tak pernah mengucapkan I LOVE YOU dalam Bahasa verbal apapun

Ketika Si lelaki ( kakek itu ) melamar Si wanita ( si Nenek), hanya 3 kata yg diucapkan : "Percayalah kepada saya",
Ketika si istri melahirkan anak pertama mereka, sang suami mengatakan : " Maaf ya sudah menyusahkan kamu".

Ketika anak mereka menikah, si Istri merasa kehilangan dan suaminya  hanya merangkul dia dan berkata, "Masih ada saya".
Ketika si nenek itu sedang sakit parah, kakek mengatakan kepadanya : "Saya akan selalu ada disampingmu".

Ketika sakit nenek makin parah dan akan meninggal, si Kakek hanya mengatakan kepada istrinya : "Kamu tunggu saya ya ".

Seumur hidup, kakek tidak pernah sekalipun mengucapkan "Aku cinta padamu", Tetapi "CINTA" nya tidak pernah meninggalkan dia, seumur hidup tindakan dan perbuatannya selalu penuh dengan CINTA.

Apalah arti kata I Love U bila hanya sebatas di mulut tanpa tindakan nyata?? Saling menjaga, mengasihi dan berjanji untuk setia seumur hidup hanya dengan seorang pria/wanita sebagai pasangan.


Walaupun sulit menemukan pasangan seperti dongeng ini, tapi saya percaya pasti ada pasangan yang demikian di dunia ini.. Semoga demikian pula untuk semua pasangan yang sudah memutuskan untuk hidup bersama..

Kini buatlah Kisah cinta abadi versi Anda sendiri....




Thursday, 23 August 2012

Nilai Kehidupan


Alkisah, ada seorang pemuda yang hidup sebatang kara. Pendidikan rendah, hidup dari bekerja sebagai buruh tani milik tuan tanah yang kaya raya. Walapun hidupnya sederhana tetapi sesungguhnya dia bisa melewati kesehariannya dengan baik.

Pada suatu ketika, si pemuda merasa jenuh dengan kehidupannya. Dia tidak mengerti, untuk apa sebenarnya hidup di dunia ini. Setiap hari bekerja di ladang orang demi sesuap nasi. Hanya sekadar melewati hari untuk menunggu kapan akan mati. Pemuda itu merasa hampa, putus asa, dan tidak memiliki arti.

"Daripada tidak tahu hidup untuk apa dan hanya menunggu mati, lebih baik aku mengakhiri saja kehidupan ini," katanya dalam hati. Disiapkannya seutas tali dan dia berniat menggantung diri di sebatang pohon.

Pohon yang dituju, saat melihat gelagat seperti itu, tiba-tiba menyela lembut. "Anak muda yang tampan dan baik hati, tolong jangan menggantung diri di dahanku yang telah berumur ini. Sayang, bila dia patah. Padahal setiap pagi ada banyak burung yang hinggap di situ, bernyanyi riang untuk menghibur siapapun yang berada di sekitar sini."

Dengan bersungut-sungut, si pemuda pergi melanjutkan memilih pohon yang lain, tidak jauh dari situ. Saat bersiap-siap, kembali terdengar suara lirih si pohon, "Hai anak muda. Kamu lihat di atas sini, ada sarang tawon yang sedang dikerjakan oleh begitu banyak lebah dengan tekun dan rajin. Jika kamu mau bunuh diri, silakan pindah ke tempat lain. Kasihanilah lebah dan manusia yang telah bekerja keras tetapi tidak dapat menikmati hasilnya."

Sekali lagi, tanpa menjawab sepatah kata pun, si pemuda berjalan mencari pohon yang lain. Kata yang didengarpun tidak jauh berbeda, "Anak muda, karena rindangnya daunku, banyak dimanfaatkan oleh manusia dan hewan untuk sekadar beristirahat atau berteduh di bawah dedaunanku. Tolong jangan mati di sini."

Setelah pohon yang ketiga kalinya, si pemuda termenung dan berpikir, "Bahkan sebatang pohonpun begitu menghargai kehidupan ini. Mereka menyayangi dirinya sendiri agar tidak patah, tidak terusik, dan tetap rindang untuk bisa melindungi alam dan bermanfaat bagi makhluk lain".

Segera timbul kesadaran baru. "Aku manusia; masih muda, kuat, dan sehat. Tidak pantas aku melenyapkan kehidupanku sendiri. Mulai sekarang, aku harus punya cita-cita dan akan bekerja dengan baik untuk bisa pula bermanfaat bagi makhluk lain".

Si pemuda pun pulang ke rumahnya dengan penuh semangat dan perasaan lega.

=================================================

Kalau kita mengisi kehidupan ini dengan menggerutu, mengeluh, dan pesimis, tentu kita menjalani hidup ini (dengan) terasa terbeban dan saat tidak mampu lagi menahan akan memungkinkan kita mengambil jalan pintas yaitu bunuh diri.

Sebaliknya, kalau kita mampu menyadari sebenarnya kehidupan ini begitu indah dan menggairahkan, tentu kita akan menghargai kehidupan ini. Kita akan mengisi kehidupan kita, setiap hari penuh dengan optimisme, penuh harapan dan cita-cita yang diperjuangkan, serta mampu bergaul dengan manusia-manusia lainnya.

Maka, jangan melayani perasaan negatif. Usir segera. Biasakan memelihara pikiran positif, sikap positif, dan tindakan positif. Dengan demikian kita akan menjalani kehidupan ini penuh dengan syukur, semangat, dan sukses luar biasa!

Tuesday, 14 August 2012

Allah Turut Bekerja

Ada seorang yang selamat dari kecelakaan sebuah kapal. Ia terdampar di sebuah pulau kecil tak berpenghuni. Kemudian dia berdoa supaya TUHAN menyelamatkannya. Setiap hari ia selalu menatap ke langit dan berharap pertolongan akan segera datang.
Setiap hari ia terus berharap, namun tidak ada satupun yang datang. Dalam kelelahannya, akhirnya pria tersebut berhasil membangun gubuk kecil dari kayu-kayu kering yang berhasil ia kumpulkan untuk melindungi dirinya dari cuaca dan menyimpan beberapa barang yang tersisa.
Tetapi suatu hari, saat ia pergi mencari makan, gubuk kecil itu terbakar habis hingga asapnya mengepul ke langit dan ia harus kehilangan semua yang ia miliki.
Dalam kesedihan dan kemarahan ia berseru, “TUHAN, teganya Engkau mengijinkan semua kemalangan ini terjadi padaku!”, sambil  ia meneteskan mata dan merenungi nasibnya.
Keesokkan harinya, pagi-pagi ia terbangun boleh suara kapal  yang mendekati pulau itu dan menyelamatkannya.
“Bagaimana kalian tau bahwa aku ada di sini?” tanyanya pada penyelamatnya.
“Kami melihat tanda asap yang anda buat,” jawab mereka.

Mudah sekali bagi kita untuk menyerah ketika keadaan menjadi buruk. Tetapi kita tidak boleh goyah, karena TUHAN tetap bekerja di alam hidup kita, sekalipun kita berada dalam kesakitan dan kesusahan. Ingatlah, ketika gubukmu terbakar, itu adalah “tanda asap” supaya TUHAN datang menolong. Ketika kejadian buruk terjadi dalam hidup ini kita harus berkata pada diri kita sendiri bahwa TUHAN pasti mempunyai rencana yang jauh lebih indah untuk kita.

Renungkanlah ini:

L  Ketika aku berkata, “Itu tidak mungkin.”
C  TUHAN berkata, “Tidak ada hal yang mustahil bagiKu.” (Lukas 18:27)
L  Ketika aku berkata, “Aku terlalu lelah.”
C  TUHAN berkata, “Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” (Matius 11:28)
L  Ketika aku berkata, “Tidak ada seorangpun yang mencintai aku.”
C  TUHAN berkata, “Aku mengasihimu.” (Yohanes 3:16, Yohanes 13:34)
L  Ketika aku berkata, “Aku tidak sanggup lagi.”
C  TUHAN berkata, “Kasih karuniaKu cukup bagimu.” (2 Korintus 12:9, Mazmur 91:15)
L  Ketika aku berkata, “Aku tidak mengerti.”
C  TUHAN berkata, “Aku akan menuntun langkah-langkahmu.” (Amsal 3:5-6)
L  Ketika aku berkata, “Aku tidak punya.”
C  TUHAN berkata, “Aku akan menyediakan segala kebutuhanmu.” (Filipi 4:19)
L  Ketika aku berkata, “Aku takut.”
L  TUHAN berkata, “Aku tidak memberikan kepadamu roh ketakutan.” (2 Tiotius 1:7)
L  Ketika aku berkata, “Aku kuatir.”
C  TUHAN berkata, “Serahkan segala kekuatiranmu kepadaKu.” (1 Petrus 5:7)
L  Ketika anda berkata, “Aku tidak mempunyai iman yang kuat.”
C  TUHAN berkata, “Aku member setiap orang iman menurut ukurannya.” (Roma 12:3)
L  Ketika aku berkata, “Aku tidak pandai.”
C  TUHAN berkata, “Aku memberikan padamu hikmat.” (1 Korintus 1:30)
L  Ketika aku berkata, “Aku merasa sendirian.”
C  TUHAN berkata, “Aku tidak akan pernah meninggalkanmu.” (Ibrani 13:5)

Ingatlah kawan, “..... Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia…..” (Roma 8:28)


Saturday, 4 August 2012

Teman Sejati


Ada sebuah pohon yang sedang berbuah lebat, buahnya terlihat kuning keemasan sangat menggiurkan.
Seekor burung jalak terbang ke pohon tersebut, dengan suara keras berteriak memuji pohon tersebut.
"Pohon yg subur, engkau terlihat indah dgn buah² pohon ini."
Pohon setelah mendengar pujian tersebut berkata kepada burung jalak, "Teman, tinggallah ditempat saya!."

Kemudian, seekor burung kenari terbang ke pohon ini, menghadap pohon ini sambil bernyanyi, "Pohon ini sangat hijau, buahnya sangat wangi, sangat bagus."
Pohon berkata kepada burung kenari ini, "Jika engkau ingin memakan buah, silahkan ambil saja!"

Seekor burung pelatuk terbang ke pohon ini, dia mematuk-matuk di sana-sini di badan pohon buah, membuat pohon buah sangat. kesakitan, sambil menjerit kesakitan berteriak kepada burung pelatuk. Burung pelatuk berkata, "Saya melihat di dalam tubuh Anda ada seekor ulat, saya ingin mematuknya keluar, jika tidak, maka Anda akan sakit dimakan ulat..."

Si pohon dengan marah berkata, "Omong kosong, engkau mematuk saya, sengaja ingin membunuh saya, cepat pergi dari sini!" Burung pelatuk akhirnya terbang pergi.

Tidak berapa lama kemudian, pohon menderita sakit, daunnya berubah kuning kemudian gugur.

Akhirnya dahannya juga layu, tdk bisa berbuah lagi.

Burung jalak terbang meninggalkannya.., burung kenari juga tidak datang bernyanyi lagi..

Pada saat ini burung pelatuk datang lagi, walau bagaimanapun pohon menjerit kesakitan, dia tidak peduli, mematuk terus sampai seluruh ulat di tubuh pohon terpatuk habis.

Beberapa waktu kemudian, pohon ini tumbuh kembali, daun² hijau mulai terlihat, kemudian berbuah lagi.

Pada saat ini, pohon dengan perasaan terharu berkata, "Yang bernyanyi dan memuji Anda belum tentu adalah seorang teman, tetapi yang bersedia menunjukkan kekurangan Anda, juga bisa membantu Anda, inilah teman sejati."

Seorang kawan memukul dengan maksud baik, tetapi seorang lawan mencium secara berlimpah-limpah. (Amsal 27 : 6)


RENUNGAN :
Belajar melihat mana yg bener2 teman & mana yg sekedar memanfaatkan..

Tuesday, 26 June 2012

Pilihan


Seorang teman saya berkata bahwa manusia hidup di tengah pertempuran abadi antara Setan dan Malaikat.
 
Manusia memiliki dua sisi kehidupan
Apa yang nampak setiap hari adalah hasil pertempuan setan dan malaikat yang ada dalam hatinya.
Saat malaikat menang, maka manusia itu akan menjadi seorang yang baik
Namun saat setan yang menang maka sisi buruk kehidupan lah yang akan muncul
Walaupun demikian manusia memiliki hal untuk memilih dan menentukan sisi mana yang akan dimunculkannya.

Ada sebuah dongeng mengenai seorang pemuda dan seorang wanita siluman
Wanita siluman ini di siang hari ia sering menjelma menjadi seorang wanita cantik untuk mencari dan mendekati mangsa yang akan dimakan nya pada malam hari.
Suatu hari si pemuda ini bertemu dengan siluman wanita yang sedang menjelma menjadi wanita cantik tersebut.
Mereka berdua saling jatuh cinta.
Namun siluman tersebut masih berusaha menyembunyikan jati dirinya yang sesungguhnya sampai suatu ketika sang pemuda melamarnya untuk dijadikan istrinya.
Dalam kebingungan nya akhirnya siluman itu menyingkapkan rahasia yang selama ini selalu ditutupinya.
Namun karena begitu besar cinta pemuda itu, ia tetap menerima kenyataan itu.
Akhirnya siluman itu memberi pilihan.
“Baiklah, aku mau kau nikahi dengan satu syarat, karena aku seorang siluman, maka kamu harus memilih, apakah kamu mau aku menjadi siluman di siang hari dan menjadi manusia di malam hari, atau aku harus menjadi manusia di siang hari dan menjadi siluman di malam hari?”
Dan karena cintanya yang begitu besar pemuda itu membiarkan wanita tersebut untuk memilih sendiri.
Dan ternyata siluman itu memilih untuk menjadi manusia siang dan malam untuk menemani sang pemuda itu, walaupun untuk itu ia harus membiarkan sisi gelap dalam hidupnya mati.

Banyak kali kita akan diperhadapkan dalam pilihan-pilihan sulit seperti itu.
Kita tidak dapat memilih orang tua kita
Kita tidak dapat memilih anak-anak kita
Kita tidak dapat memilih jenis kelamin kita
Bahkan kita tidak dapat memilih untuk menghapus masa lalu kita
Karena itu semua adalah wewenang Illahi
Tapi ada banyak hal yang bisa kita lakukan selain menangis dan menyesali nasib
Kita masih bisa memilih masa depan kita
Kita masih bisa memilih masa depan anak-anak kita

Bahkan jika kita beranggapan bahwa masa lalu kita ibarat nasi yang telah menjadi bubur, bukankah kita masih bisa menjadikannya bubur ayam special yang enak ?
Dan jika istri dan anak kita ibarat jeruk yang asam, bukankah kita masih dapat menjadikannya es jeruk yang menyegarkan?
Setiap saat ‘siluman’ dalam hati kita akan ‘meminta makan’, namun apakah kita akan memilih untuk tetap hidup di dua dunia seperti itu, atau kita akan memutuskan untuk menjalani ‘siang’ dan ‘malam’ sebagai ‘manusia’?

Pilihan ada di tangan kita
Jika kita menginginkan hidup yang penuh cinta dan ‘live happily ever after’ seperti dalam kisah dongeng, mungkin kita bisa mencoba meniru pilihan hidup siluman itu.
Atau kita mau menjadi dua sisi mata uang yang terus berubah untuk dipermainkan dalam pertandingan perebutan kekuasaan yang tak akan pernah berakhir?

Berhenti dan Dengarkan


Ini sangatlah luar biasa. Mohon luangkan waktu Anda sejenak untuk membaca:

Seorang pria duduk di stasiun di Washington DC dan mulai bermain biola. Saat itu pagi Januari yang dingin. Dia memainkan 6 lagu Bach selama kurang lebih 45 menit. Di waktu tersebut, karena pada jam sibuk, di perkirakan ada sekitar 1,100 orang melewat stasiun tersebut, banyak diantara mereka dalam perjalanan kerja.

Tiga menit berlalu, dan ada seorang pria tua memperhatikan bahwa ada seorang musisi bermain. Dia memperlambat kecepatannya, dan berhenti beberapa detik, dan kemudian dengan segera tergesa-gesa untuk menemui jadwalnya.

Semenit kemudian, pemain biola itu menerima tips 1 dollar pertamanya: seorang wanita melemparkan uang tersebut tanpa berhenti dan melanjutkan berjalan.

Beberapa menit kemudian, seseorang bersandar di dinding untuk mendengarkannya, tetapi pria tersebut melihat jamnya dan mulai berjalan lagi. Jelas bahwa dia terlambat untuk kerja.

Seseorang yang memperhatikan dengan sangat adalah seorang bocah berumur 3 tahun. Ibunya membawanya serta, terburu-buru tetapi anak tersebut berhenti untuk melihat sang pemain biola. Akhirnya, ibunya mendorong dengan kuat, dan anak tersebut kembali berjalan, sambil membalikkan kepalanya. Aksi ini terulang oleh beberapa anak lainnya. Setiap orang tua, tanpa terkecuali, memaksa mereka untuk lanjut berjalan.

Dalam 45 menit musisi itu bermain, hanya 6 orang yang berhenti dan berdiam diri untuk sesaat. Sekitar 20 orang memberikannya uang, tetapi lanjut berjalan dalam kecepatan normal mereka. Dia mengumpulkan $32. Ketika dia selesai bermain dan keheningan muncul, tidak ada seorang pun memperhatikannya. Tidak ada seorangpun yang bertepuk tangan atau ada penghargaan apapun.

Tidak ada seseorangpun yang mengetahuinya, bahwa sang pemain biola adalah Joshua Bell, salah seorang musisi paling bertalenta di dunia. Ia baru saja memainkan salah satu musik terumit yang pernah dituliskan, dalam sebuah biola seharga 3.5 juta dollar.

Dua hari sebelum permainannya di kereta api bawah tanah, Joshua Bell bermain dalam sebuah teater di Boston dengan tiket yang sold-out dengan harga rata-rata $100.

Ini adalah cerita nyata. Joshua Bell menyamar untuk bermain di stasiun dan acara tersebut diatur oleh Washington Post sebagai bagian dari eksperimen sosial tentang persepsi, rasa dan prioritas dari orang-orang. Bahan percobaannya adalah: dalam sebuah lingkungan yang umum pada waktu yang tidak tepat: Apakah kita menghargai sebuah keindahan? Apakah kita akan berhenti untuk menghargainya? Apakah kita akan mengenal talenta tersebut dalam konteks yang tidak terduga?

Salah satu kesimpulan yang mungkin bisa diambil dari percobaan ini adalah:

Jikalau kita tidak memiliki waktu untuk berhenti dan mendengarkan salah seorang musisi terbaik di dunia memainkan musik terbaik yang pernah ditulis, berapa banyak hal lainnya yang kita telah kehilangan?

Berhentilah sejenak dan dengarkan.

Sering kali kita bergerak terlalu cepat dan terburu-buru sehingga kita kehilangan begitu banyak hal berharga di dalam hidup kita.

Sunday, 17 June 2012

Gaji Papa Berapa?




Seperti biasa Alex, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Tina, putri pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintu untuknya. Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.

"Kok, belum tidur ?" sapa Alex sambil mencium anaknya.
Biasanya Tna memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari.
Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Tina menjawab, "Aku nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa ?"
"Lho tumben, kok nanya gaji Papa ? Mau minta uang lagi, ya ?"
"Ah, enggak. Pengen tahu aja" ucap Tina singkat.
"Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam
dan dibayar Rp. 400.000,-. Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja.
Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur. Jadi, gaji Papa dalam satu bulan berapa, hayo ?"

Tina berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar sementara Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Alex beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Tina berlari mengikutinya. "Kalo
satu hari Papa dibayar Rp. 400.000,- untuk 10 jam, berarti satu jam Papa digaji Rp. 40.000,- dong" katanya.

"Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur" perintah Alex
Tetapi Tina tidak beranjak. Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian,
Tina kembali bertanya, "Papa, aku boleh pinjam uang Rp. 5.000,- enggak?"

"Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini? Papa capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah".
"Tapi Papa..."
Kesabaran Andrew pun habis. "Papa bilang tidur !" hardiknya mengejutkan
Tina. Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya.

Usai mandi, Alex nampak menyesali hardiknya. Ia pun menengok Tina di
kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Tina didapati sedang
terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp. 15.000,- di tangannya.
Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Andrew berkata,
"Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Tina. Tapi buat apa sih minta uang
malam-malam begini ? Kalau mau beli mainan, besok kan bisa. Jangankan Rp. 5.000,- lebih dari itu pun Papa kasih" jawab Alex.

"Papa, aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini".
"lya, iya, tapi buat apa ?" tanya Alex lembut.
"Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Tiga
puluh menit aja. Mama sering bilang kalo waktu Papa itu sangat berharga.
Jadi, aku mau ganti waktu Papa. Aku buka tabunganku, hanya ada
Rp.15.000,- tapi karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp. 40.000,- maka setengah jam aku harus ganti Rp. 20.000,-. Tapi duit tabunganku
kurang Rp. 5.000, makanya aku mau pinjam dari Papa" kata Tina polos.

Alex pun terdiam. ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat dengan perasaan haru. Dia baru menyadari, ternyata limpahan harta yang dia berikan selama ini, tidak cukup untuk "membeli" kebahagiaan anaknya.

Bagaimana dengan Anda berapa uang yang harus dibayar oleh keluarga Anda untuk bisa bersama Anda?